TUGAS
Sistem Komputer
Nama:Stevannus
A.P.P
NO :36
Kelas:X MM 1
BAB I
SISTEM BILANGAN
A.SISTEM BILANGAN
Sistem bilangan
adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik,system bilangan
menggunakan basis(base/radix) tertentu yang tergantung dari jumlah bilangan
yang digunakan.
Konsep dasar sistem bilangan,untuk
memudahkan mempelajari komputer sebagai pengolah data, kita harus memandangnya
sebagai sebuah sistem komputer (computer system). Secara umum, Sistem komputer
adalah jaringan elemen-elemen yang saling berhubungan, berbentuk satu kesatuan
untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dan sistem tersebut.
Tujuan pokok dan sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan
informasi. Supaya tujuan pokok
tersebut tercapai, maka harus ada elemen-elemen yang mendukungnya.
Elemen-elemen dan sistem komputer adalah hardware, software, dan brainware.
A. Hardware (perangkat keras) adalah peralatan di sistem komputer yang
secara fisik terlihat dan dapat dijamah, seperti monitor, keyboard, dan mouse.
B. Software (perangkat lunak) adalah program yang berisi
perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data. Ada tiga bagian utama dan
software : a. Sistem operasi : DOS, Linux, Windows, dan Mac. b. Bahasa
pemrograman : Visual Basic, C++, Pascal, Java, dan Visual C. c. Aplikasi : MS
Office, Antivirus, Winamp, dan Mozilla.
C.
Brainware adalah manusia yang terlibat dalam mengoperasikan serta mengatur
sistem komputer.
Ketiga elemen sistem komputer tersebut
harus saling berhubungan dan membentuk satu-kesatuan. Hardware tanpa adanya
software maka tidak akan berfungsi seperti yang diharapkan, hanya berupa benda
mati saja. Software yang akan mengoperasikan hardwarenya. Hardware yang sudah
didukung oleh software juga tidak akan berfungsi jika tidak ada manusia yang
mengoperasikannya.
1. Kemampuan Komputer
Kemampuan komputer yang paling menakjubkan
adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan operasi dasar seperti penjumlahan
atau pengurangan dalam waktu yang sangat cepat, yaitu dalam satuan millisecond,
nanosecond, atau picosecond. Komputer yang paling cepat dapat melakukan operasi
dalam waktu picosecond. Kemampuan
komputer lainnya adalah kapasitas memori, yakni kemampuan penyimpanan data dan
komputer
2. Siklus
Pengolahan Data
Suatu proses pengolahan data terdiri dan 3
tahapan dasar yang disebut dengan siklus pengolahan data (data processing
cycle), yaitu input, processing. dan output
Input adalah masukan, yang dalam hal ini berupa data-data
yang dimasukkan (diinput) ke dalam komputer. Input bisa berupa pengetikan
huruf, pemindaian (scanning) gambar, scanning barcode, scanning kartu magnetik
atau RFID, hasil foto, suara / rekaman, dan lain-lain. Processing adalah
pengolahan data itu sendiri, yang dilakukan oleh sistem komputer. Output adalah
keluaran yang disajikan oleh komputer. Output ini dapat berupa tampilan di
layar monitor, hasil cetak, file data di media penyimpan (harddisk/Flashdisk
atau cakram).
Pengolahan data secara global terdiri dari
tiga blok yaitu blok masukan (input), blok proses, dan blok keluaran (output).
Fungsi dari masing-masing blok dapat dijelaskan sebagai berikut.
A.
Blok Input.
Bagian blok ini merupakan pintu masuk
dari sistem komputer yang berfungsi untuk menerima seluruh aktifitas masukan
dari pengguna secara langsung maupun tidak langsung (dapat berupa peralatan atau
mesin yang lain diluar sistem).
B.
Blok Proses.
Bagian blok ini merupakan pusat
aktifitas proses pengolahan dari berbagai data masukan yang diberikan oleh
pengguna sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga
mampu memberikan hasil yang sesuai dengan keinginan pengguna. Selanjutnya hasil
proses akan disalurkan ke pengguna secara langsung atau tidak langsung melalui
blok output. Proses yang dilakukan oleh bagian ini sebagian besar merupakan
hasil perhitungan maupun logika secara digital dalam bentuk besaranbesaran
listrik dalam rangkaian elektronik yang sangat kompleks. Besaran-besaran
listrik digital ini selanjutnya digambarkan sebagai kode bilangan biner maupun
heksa desimal. Kode-kode inilah yang selanjutnya menjadi kode perintah bagi
mesin pemroses ini untuk menjalankan seluruh perintah yang diberikan kepadanya.
Kode perintah ini juga dikenal sebagai bahasa mesin (machine language). Jadi pada bagian blok proses hanya
dapatmenjalankan pengolahan data sesuai dengan
perintah-perintah yang diberikan kepadanya.
C.
Blok Output.
Pada bagian ini merupakan perantara yang
menjembatani antara blok proses dengan pengguna untuk melihat atau mengambil
hasil proses.
B. Gambaran Umum Sistem Bilangan
Sistem bilangan digunakan dalam pengoperasian suatu mesin digital. Sistem bilangan tersebut
adalah sistem Biner, Oktal, Desimal, dan Heksadesimal. Masingmasing bilangan
mempunyai sejumlah lambang bilangan tertentu yang disebut Radix. Radix adalah
banyaknya suku angka atau digit yang dipergunakan dalam suatu sistem bilangan.
Sistem bilangan
BINER mempunyai radix 2 Sistem
bilangan
OKTAL mempunyai radix 8 Sistem
bilangan
DESIMAL mempunyai radix 10 Sistem
bilangan HEKSADESIMAL mempunyai radix 16
Aliran listrik yang mengalir memiliki
dua kondisi, yaitu kondisi ON yang berarti ada anis listrik dan kondisi OFF
yang berarti tidak ada arus listrik. Berdasar hal tersebut kemudian dibuat
perjanjian bahwa kondisi ON diberi lambang 1 (angka satu) dan kondisi OFF
diberi lambang 0 (angka nol).
Seluruh data yang berupa angka, abjad
ataupun karakter spesial kemudian ditulis dalam rangkaian kombinasi 0 dan 1,
misalnya angka 5 ditulis dalam bentuk 101. Pabrik komputer membuat seluruh
terjemahan ini dalam bentuk rangkaian elektronik yang tersimpan di
dalamnya. Dengan demikian, seandainya
kita kemudian memasukkan tulisan yang berbunyi HELLO melalui keyboard, tulisan
ini secara otomotis akan diterjemahkan ke dalamn. bentuk 1 dan 0 oleh komputer.
Agar bisa dibaca oleh manusia, hasil
terjemahan ini kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bentuk dan huruf ataupun
angka seperti asalnya kemudian ditampilkan melalui layar monitor sehingga dapat
dimengerti oleh pengguna computer. Karena hanya memiliki 2 angka dasar, yairu 0
dan 1, maka sistem bilangan semacam ini kemudian dikenal sebagal sistem
bilangan biner (binary number). Untuk perbandingan, sistem bilangan yang telah
kita kenal disebut sebagai sistem bilangan desimal. Disebut bilangan desimal
karena memiliki angka dasar yang berjumlah 10, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8,
dan 9.
Sistem bilangan (number system) adalah
suatu cara untuk mewakili besaran dan suatu sistem fisik. Sistem bilangan yang
banyak digunakan oleh manusia adalah bilangan desimal. Dalam hubungannya dengan
komputer, ada 4 jenis sistem bilangan yang dikenal yaitu sistem bilangan
desimal (decimal number system), bilangan biner (binary number system), sistem
bilangan oktal (octal number system), dan sistem bilangan heksadesimal
(hexadesimal number system). Sistem bilangan menggunakan bilangan dasar atau
basis (base atau disebut juga radiks) tertentu. Basis yang dipergunakan
masing-masing sistem bilangan bergantung pada jumlah nilai bilangan yang
digunakan.
Sistem
bilangan desimal dengan basis 10 (deca berarti 10), menggunakan 10 macam simbol
bilangan.
Sistem
bilangan biner dengan basis 2 (binary berarti 2), menggunakan 2 macam simbol
bilangan.
Sistem bilangan oktal dengan
basis 8 (octal berarti 8), menggunakan 8 macam simbol bilangan.
Sistem
bilangan heksadesimal dengan basis 16 (hexa berarti 6 dan desimal berarti 10),
menggunakan 16 macam simbol bilangan
A.Sistem komputer adalah
jaringan elemen-elemen yang saling berhubungan, berbentuk satu kesatuan untuk
melaksanakan suatu tujuan pokok dan sistem tersebut.
B. Radix adalah banyaknya suku
angka atau digit yang dipergunakan dalam suatu sistem bilangan.
C.Sistem bilangan (number
system) adalah suatu cara untuk
mewakili besaran dan suatu sistem fisik D.Elemen-elemen
dari sistem komputer adalah hardware, software, dan brain ware.
E. Hardware (perangkat keras)
adalah peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat
dijamah, seperti monitor, keyboard, dan mouse.
F. Software (perangkat lunak)
adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data.
Ada tiga bagian utama dan software.
G. Brainware adalah manusia yang
terlibat dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
1.2 Kegiatan Belajar 2
Sistem Bilangan ( Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal)
A.
Sistem
Bilangan Desimal Sistem bilangan desimal menggunakan 10 macam simbol bilangan
berbentuk 10 digit angka, yaitu 0, 1 , 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Sistem
bilangan desimal menggunakan basis atau radiks 10 . Bentuk nilai suatu bilangan
desimal dapat berupa integer desimal (decimal integer) atau pecahan desimal
(fraction decimal). Integer desimal adalah nilai desimal yang bulat, misalnya
nilai 8598. Yang dapat diartikan.
B.
8 x 103
= 8000
5 x 102
= 5009
x 101 =908x 100 =8 +8598 8598
Absolut value merupakan nilai muilak dari
masing-masing digit di bilangan. position value (nilai tempat) merupakan
penimbang atau bobot dan masing-masing digit bergantung pada posisinya,yaitu
bemilai basis dipangkatkan dengan urutan posisinya.
Posisi digit ( dari kanan )
Nilai Tempat 1 2 3 4 5 100 = 1 101 = 10 102 = 100 103 = 1000 104 = 10000
Oleh karena itu, nilai 8598
dapat juga diartikan dengan (8 X 1000) + (5 X 100) + (9 x 10) + (8x 1). Pecahan
desimal adalah nilai desimal yang mengandung nilai pecahan di belakang koma,
misalnya nilal 183,75 adalah pecahan desimal yang dapat diartikan: 1 x
102 = 100 8 x
101 = 80 3 x
100 = 3 7 x
10-1 = 0,7 5 x 10-2 = 0,05 + 183,75
Baik integer desimal maupun pecahan desimal
dapat ditulis dengan bentuk eksponensial. Misalnya nilai 82,15 dapat dituliskan
0,8215 X 102. Setiap nilai desimal yang bukan nol dapat dituliskan dalam bentuk
eksponensial standar (standard exponential form), yaitu ditulis dengan mantissa
dan eksponen. Mantissa merupakan nilai pecahan yang digit pertama di belakang
koma bukan beniilai nol.
C.
Sistem Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis 2
yang hanya mempunyai 2 digit yaitu 0 dan 1. 0 dan 1 disebut sebagai bilangan
binary digit atau bit. Bilangan biner ini digunakan sebagai dasar kompetensi
digital. Bobot faktor untuk bilangan biner adalah pangkat / kelipatan 2.
Sistem bilangan biner menggunakan 2 macam
simbol bilangan berbentuk 2 digit angka, yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner menggunakan basis 2 .
Nilai tempat sistem bilangan
biner merupakan perpangkatan dan nilai 2 sebagai berikut.
Tabel 1.3 Bilangan Biner
Posisi digit ( dari kanan ) Nilai Tempat 1 2 3 4 5 20 = 1 21 = 2 22 = 4 23 = 8
24 = 16
Atau dapat juga dituliskan dalam bentuk
persamaan:
an-1 2n-1 + an-2 2n-2 + …… + a0
D.
Sistem Bilangan Oktal
E.
Sistem
bilangan oktal (octal number system) menggunakan 8 macam simbol bilangan, yaitu
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Sistem bilangan oktal menggunakan basis 8 . Nilai
tempat sistem bilangan oktal merupakan perpangkatan dari nilai 8 sebagai
berikut.
Misalnya bilangan oktal 1213 di dalam sistem
bilangan desimal bernilai 1 x 83 + 2 x 82 + 1 x 81 + 3 x 80 = 1 x 512 + 2 x 64
+ 1 x 8 + 3 x 1 = 512 + 128 + 8 + 3 = 651 atau ditulis dengan notasi: 12138 =
65110
D.
Sistem Bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan heksadesimal (hexadecimal
number system) menggunakan 16 macam simbol, yaltu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,
A, B, C. D, E, dan F. Sistem bilangan heksadesimal menggunakan basis 16. Sistem bilangan heksadesimal digunakan untuk
alasan-alasan tertentu di beberapa komputer, misalnya IBM System/360, Data
General Nova, PDP — 1 1 DEC, Honeywell, beberapa komputer mini dan beberapa
komputer mikro. Sistem bilangan heksadesimal mengorganisasikan memori utama ke
dalam suatu byte yang terdiri dari 8 bit (binary digit). Masing-masing byte
digunakan untuk menyimpan satu karakter alfanumerik yang dibagi dalam dua grup
masing-masing bagian 4 bit. Bila satu byte dibentuk dari dua grup 4 bit,
masing-masing bagian 4 bit disebut dengan nibble. 4 bit pertama disebut dengan
high-ordernibble dan 4 bit kedua disebut dengan low-order nibble.
Bila komputer menangani
bilangan dalam bentuk biner yang diorganisasikan dalam bentuk grup 4 bit, akan
lebih memudahkan untuk menggunakan suatu simbol yang mewakili sekaligus 4 digit
biner tersebut. Kombinasi dari 4 bit akan didapatkan sebanyak 16 kemungkinan
kombinasi yang dapat diwakili sehingga dibutuhkan suatu sistem bilangan yang
terdiri dari 16 macam simbol atau yang berbasis 1, yaitu sistem bilangan
heksadesimal. Digit 0 sampai dengan 9 tidak mencukupi, maka huruf A, B, C, D, E
dan F dipergunakan. Misalnya bilangan biner 11000111 dapat diwakili dengan
bilangan heksadesimal menjadi C7.
Nilai hexadesimal C7 tersebut dalam sistem
bilangan desimal bemilai: C716 = C X 161 + 7 x 160 = 12 X 16 + 7 X 1 = 192 + 7
= 19910
Nilai tempat sistem bilangan heksadesimal
merupakan perpangkatan dari nilai 16, seperti ditunjukkan pada table berikut.
Tabel 1.5 Bilangan
Heksadesimal Posisi Digit ( Dari Kanan) Nilai tempat 1 2 3 4 5 160 =1 161 = 16 162 = 256 163 = 4096 164 = 65536
1.3 Kegiatan Belajar 3
Materi : Konversi Bilangan
Angka - angka pada setiap sistem bilangan dapat dikonversikan ke dalam sistem bilangan lain. Dalam melakukan pengkonversian diperlukan ketelitian, ketekunan, dan kecermatan. Perhatikan tabel konversi decimal, biner, octal dan hexadecimal berikut ini dengan seksama.
A. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan BinerAda beberapa metode untuk mengkonversikan dari sistem bilangan desimal ke sistem bilangan biner. Metode pertama dan paling banyak digunakan adalah dengan cara membagi dengan nilai dua dan sisa setiap pembagian merupakan digit biner dan bilangan biner dari hasil konversi. Metode ini disebut metode sisa (remainder method).
Bila bilangan desimal yang akan dikonversikan berupa pecahan desimal, maka bilangan tersebut harus dipecah menjadi dua bagian, yaitu bilangan yang utuh dan yang pecahan. Misalnya bilangan desimal 125,4375 dipecah menjadi 125 dan 0,4375. Bilangan yang utuh, yaitu 125 dikonversikan terlebih dahulu ke bilangan biner, sebagal berikut.
B. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan OktalUntuk mengkonversikan bilangan desimal kebilangan oktaI dapat dipergunakan remainder method dengan pembaginya adalah basis dari bilangan oktal tersebut, yaitu 8. Misalnya bilangan desimal 385, dalam bilangan oktal bernilai:C. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan HeksadesimalDengan menggunakan remainder method, dengan pembaginya adalah basis dari bilangan heksadesimal, yaitu 16, maka bilangan desimal dapat dikonversikan ke bilangan heksadesimal.D. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan DesimalDari bilangan biner dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing - masing bit dalam bilangan dengan nilai tempatnya.E. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan OktalKonversi dari bilangan biner ke bilangan oktal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap- tiap tiga buah digit biner.
F. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan HeksadesimalKonversi dari bilangan biner ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner.Misalnya bilangan biner 11010100 dapat dikonversikan ke bilangan heksadesimal dengan cara1101 0100D 4Hubungan ini dapat dilihat pada tabel berikut.Tabel 1.8 Konversi bit bilangan HeksadesimalG. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan DesimalBilangan oktal dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan nilai tempatnya.H. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan BinerKonversi dan bilangan oktal ke bilangan biner dapat dilakukan dengan mengkonversikanmasing-masing digit oktal ke 3 digit biner, sebagai berikut.I. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan HeksadesimalKonversi dan bilangan oktal ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan cara mengubah dari bilangan oktal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, kemudian dikonversikan kebilanganheksadesimal. Misalnya, bilangan oktal 2537, akan dikonversikan ke heksadesimal, dengan langkah-langkahberikut ini.a. Dikonversikan terlebih dahulu ke bilangan biner,
b. Berikut bilangan biner baru dikonversikan ke bilangan heksadesimal,
.J. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan DesimalDari bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikanmasing-masing digit bilangan dengan nilai tempatnya.Untuk mengkonversikan bilangan heksadesimal ke bilangan desimal, dapat dengan bantuan table berikut.K. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan BinerKonversi dan hilangan heksadesimal ke sistem bilangan biner dapat dilakukan denganmengkonversikan masing-masing digit heksadesimal ke 4 digit biner
Berarti bilangan heksadesimal D4 adalah 11010100 dalam bilangan biner.L. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan OktalKonversi dan bilangan heksadesimal ke bilangan oktal dapat dilakukan dengan cara mengubah dari bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, baru dikonversikan ke bilangan oktal.Misalnya bilangan heksadesimal 55F, akan dikonversikan ke oktal dengan Iangkah-Iangkah:a. Dikonversikan terlebih dahulu ke bilangan biner,
b. Dari bilangan biner baru dikonversikan ke bilangan oktal,
Rangkuman Ada beberapa metode untuk mengkonversikan dari sistem bilangan desimal ke sistem bilangan biner. Metode pertama dan paling banyak digunakan adalah dengan cara membagi dengan nilai dua dan sisa setiap pembagian merupakan digit biner dan bilangan biner dari hasil konversi. Metode ini disebut metode sisa (remainder method). Untuk mengkonversikan bilangan desimal kebilangan oktaI dapat dipergunakan remainder method dengan pembaginya adalah basis dari bilangan oktal tersebut, yaitu 8 Dengan menggunakan remainder method, dengan pembaginya adalah basis dari bilangan heksadesimal, yaitu 16 Konversi dari bilangan biner ke bilangan oktal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap- tiap tiga buah digit biner Konversi dari bilangan biner ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner Konversi dan bilangan oktal ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan cara mengubah dari bilangan oktal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, kemudian dikonversikan kebilanganheksadesimal. Konversi dan bilangan heksadesimal ke bilangan oktal dapat dilakukan dengan cara mengubah dari bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, baru dikonversikan ke bilangan oktal.
1.4.1. Tujuan Pembelajaran
Mengkonversi bilangan yang bernilai besar memerlukan hitungan yang cukup melelahkan. Melalui bilangan dalam Code Form maka pekerjaan konversi bilangan dapat dipermudah dan dipercepat. Di bawah ini adalah Code Form dalam bilangan desimal, bilangan oktal dan bilangan heksadesimal yang sering dipergunakan.
A. Bentuk BCD ( Binary Coded Decimal)
BCD merupakan sistem sandi dengan 6 bit, sehingga kombinasi yang dapat digunakan sebagai sandi banyaknya adalah 2 pangkat 6 sama dengan 64 kombinasi. Pada transmisi sinkron sebuah karakter dibutuhkan 9 bit, yang terdiri dari 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir. (Kristanto, 2003, hal. 97)
BCD (Binary Coded Decimal) merupakan kode biner yang digunakan hanya untuk mewakili nilai digit desimal saja, yaitu nilai angka 0 sampai dengan 9. BCD menggunakan kombinasi dari 4 bit, sehingga sebanyak 16 (24 = 16) kemungkinan kombinasi yang bisa diperoleh dan hanya 10 kombinasi yang digunakan.
Bilangan desimal pada setiap tempat dapat terdiri dari 10 bilangan yang berbeda-beda. Untuk bilangan biner, bentuk dari 10 elemen yang berbeda-beda memerlukan 4 bit. Sebuah BCD mempunyai 4 bit biner untuk setiap tempat bilangan desimal.
Dalam contoh ini BCD terdiri dan 3 kelompok bilangan masing-masing terdiri dari 4 bit, dan jika bilangan desimal tersebut dikonversi ke dalam bilangan biner secara langsung adalah 31710 = 1001111012 dan hanya memerlukan 9 bit.
B. Bentuk BCH ( Binary Coded Hexadecimal)
Bilangan heksadesimal dalam setiap tempat dapat terdiri dari 16 bilangan yang berbeda-beda angka dan huruf. Bentuk biner untuk 16 elemen memerlukan 4 bit.
C. ASCII Code-American Standard Code-for Information Interchange
Dalam bidang komputer mikro, ASCII Code mempunyai arti yang sangat khusus, yaitu untuk mengkodekan karakter (huruf, angka, dan tanda baca yang Iainnya). Kode-kode ini merupakan kode standar yang dipakai oleh sebagian besar sistem komputer mikro. Selain huruf, angka dan tanda baca yang terdiri dari 32 karakter (contoh: ACK, NAK), ASCII Code merupakan kontrol untuk keperluan transportasi data. Di bawah ini adalah tabel 7 bit ASCII Code beserta beberapa penjelasan yang diperlukan.
ASCII merupakan sandi 7 bit, sehingga terdapat 2 pangkat 7 yang berarti ada 128 macam simbol yang dapat disandikan dengan sistem sandi ini, sedangkan bit ke 8 merupakan bit paritas. Sandi ini dapat dikatakan yang paling banyak dipakai sebagai standard pensinyalan pada peralatan komunikasi data. Untuk transmisi asinkron tiap karakter disandikan dalam 10 atau 11 bit yang terdiri dari 1 bit awal, 7 bit data, 1 bit paritas, 1 atau 2 bit akhir.
Rangkuman
BCD merupakan sistem sandi dengan 6 bit, sehingga kombinasi yang dapat digunakan sebagai sandi banyaknya adalah 2 pangkat 6 sama dengan 64 kombinasi. Pada transmisi sinkron sebuah karakter dibutuhkan 9 bit, yang terdiri dari 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir
Bilangan heksadesimal dalam setiap tempat dapat terdiri dari 16 bilangan yang berbeda-beda (angka dan huruf. Bentuk biner untuk 16 elemen memerlukan 4 bit
ASCII Code merupakan kontrol untuk keperluan transportasi data.
Dalam bidang komputer mikro, ASCII Code mempunyai arti yang sangat khusus, yaitu untuk mengkodekan karakter (huruf, angka, dan tanda baca yang Iainnya). Kode-kode ini merupakan kode standar yang dipakai oleh sebagian besar sistem komputer mikro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar